www.kudapoker.com/ref.php?ref=TEOT_UWE
agen Poker Online terpercaya, Join Now and Good Luck
PANGAREHO GROP
Sabtu, 20 Juni 2015
Sabtu, 05 Juli 2014
Kamis, 06 Februari 2014
CARA SCREENSHOOT PADA MONITOR PC / LAPTOP
cara screenshoot layar komputer / laptop
1 - Pilih bagian layar yang akan di scrnshoot
2 - Tekat tombol Alt + Prt Scr Sys Rq __ yang ada di keyboad Komp / laptop
3 - Buka Microsoft Word lalu tekan Ctrl V / Paste..
4 - Save hasil gambar = klik kiri bagian gambar dan Save as images........ Beressss... :D
1 - Pilih bagian layar yang akan di scrnshoot
2 - Tekat tombol Alt + Prt Scr Sys Rq __ yang ada di keyboad Komp / laptop
3 - Buka Microsoft Word lalu tekan Ctrl V / Paste..
4 - Save hasil gambar = klik kiri bagian gambar dan Save as images........ Beressss... :D
CARA MUDAH MENGETAHUI ID FACEBOOK
CARI ID
Ada beberapa cara untuk mengetahui ID Facebook teman atau Halaman Facebook. Bisa secara manual maupun dengan bantuan Generator ID Facebook. Cara-caranya adalah sebagai berikut:
- Klik Nama Target;
Lihat alamat URL-nya,maka akan didapat
http ://m.facebook.com /profile.php?id= 1000123456789&refid=0
Maka ID temanmu adalah 1000123456789. - Bagaimana jika yang didapat seperti ini:
http: //www.facebook.com/paijo
Berarti temanmu sudah menggunakanUsername,Caranya cukup mudah,tinggal ganti hurufm menjadi graph, maka menjadi http:// graph.facebook.com/ paijo kemudian klik Go. - Atau masukkan Username temanmu ke Generator ID Facebook dibawah ini,kemudian klik Cari ID.
- Klik Foto Profil atau
- Klik Komentar Status
Nanti akan didapat URL yang lumayan panjang,namun pada intinya ID terletak diantara teks ...id= dan&refid....Contoh:
~Pada Foto Profil:
http: //m.facebook.com/photo.php?fbid=346058002078151&id=1000123456789&refid=0
~Pada Komentar Status:
http: //m.facebook.com/story.php? story_fbid=374473385903279&id=1000123456789&refid=0
Mudah bukan?
JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI BAYI
Jadwal Pemberian Imunisasi Bayi
- Written by Bidanku.com
- Category: Perawatan Bayi
Artikel Popular
Pada saat awal kelahiran, bayi memang akan mendapat kekebalan atau perlindungan alami dari ibunya. Kekebalan alami bayi ini di dapat saat di lakukan proses inisiasi dini. Namun, kekebalan atau perlindungan alami ini hanya bersifat sementara dan hanya berlaku terhadap suatu jenis penyakit tertentu yang memang ibu bayi memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut. Antibodi ini tidak akan bertahan lama, maka bayi rentan terkena berbagai penyakit, oleh karena itu disinilah fungsi imunisasi untuk meneruskan kekebalan alami kepada bayi yang telah di berikan oleh ibunya.
Adapaun cara kerja imunisasi ini biasanya dengan cara menyuntikkan atau meneteskan vaksin ke dalam tubuh bayi. Vaksin yang di berikan ini sebetulnya adalah sejenis kuman atau bakteri yang telah di lemahkan. Ketika, kuman tersebut masuk ke dalam tubuh bayi, maka bayi akan bereaksi dengan membentuk antibodi sendiri untuk melawan kuman tersebut. Jadi dengan di beri imunisasi, sebetulnya adalah memacu sistem tubuh bayi untuk memproduksi kekebalan tubuhnya, sehingga, ketika suatu saat nanti bayi benar-benar terserang oleh kuman yang sebenarnya, tubuh bayi telah memiliki antibodi untuk melawannya.
Jadwal Pemberian Imunisasi Bayi
| Jenis Vaksin | Umur Pemberian Vaksinasi | ||||||||||||||||||
| Bulan | Tahun | ||||||||||||||||||
| LHR | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 9 | 12 | 15 | 18 | 24 | 3 | 5 | 6 | 7 | 10 | 12 | 18 | |
| B C G | 1 Kali | ||||||||||||||||||
| Hepatitis B | 1 | 2 | |||||||||||||||||
| Polio | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||||||||||||||
| D P T | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 (td) | 7 (td) | ||||||||||||
| Campak | 1 | 5 | |||||||||||||||||
| Hib | 1 | 2 | 3 | 4 | |||||||||||||||
| Pneumokokus | 1 | 2 | 3 | 4 | |||||||||||||||
| Influenza | Diberikan 1 kali dalam 1 tahun | ||||||||||||||||||
| Varisela | 1 kali | ||||||||||||||||||
| M M R | 1 | 2 | |||||||||||||||||
| Tifoid | Setiap 3 tahun | ||||||||||||||||||
| Hepatitis A | 2 kali - interval 6-12 bulan | ||||||||||||||||||
| H P V | 3 kali | ||||||||||||||||||
Keterangan:
- Imunisasi BCG: Ditujukan untuk memberikan kekebalan bayi terhadap bakteri tuberkolosis (TBC)
- Imunisasi DPT: Memberikan kekebalan bagi bayi terhadapat penyakit Dipteri, Pertusis (batuk rejan) dan tetanus.
- Imunisasi Polio: Memberikan kekebalan bagi bayi terhadap penyakit polio (kelumpuhan)
- Imunisasi Hib: Mencegah bayi terkena infeksi Haemophils influenza tipe b yang dapat menyebabkan penyakit meningitis, infeksi tenggorokan dan pnemonia. Imunisasi Hib ini sangat mahal, maka belum di wajibkan.
- Imunisasi Pneumokokus: melindung bayi dari bakteri penyebab infeksi pada telinga. Selain itu bakteri ini bisa menimbulkan permasalah serius seperti meningits dan infeksi pada darah (bakteremia)
Sumber : Jadwal Pemberian Imunisasi Bayi http://bidanku.com/jadwal-pemberian-imunisasi-bayi#ixzz2sbCBOhED
PROGRAM IMUNISASI DAN PEREDARAN VAKSIN
Program Imunisasi dan Peredaran Vaksin
Pemberian vaksin merupakan upaya preventif untuk mencegah beberapa penyakit infeksi berat yang dapat menimbulkan kematian atau kecacatan, mencegah penyebaran penyakit, sehingga suatu saat penyakit tersebut terbasmi.
Imunisasi merupakan program yang dijalankan hampir seluruh negara di dunia yang pola dan jadwal imunisasinya disesuaikan dengan pola epidemiologis dan kemampuan pembiayaan program masing-masing negara.
Sebelum vaksin digunakan pada manusia, tahapan ilmiah harus dilalui untuk menjamin keamanan dan efikasinya (dimulai dari uji pada binatang, manusia, kelompok tertentu, ‘multi countries’). Vaksin yang beredar di Indonesia sudah tentu setelah mendapat pengkajian ilmiah ulang yang mendalam, mencakup uji keamanan dan manfaat dari Pemerintah, dalam hal ini Badan POM dan Departemen Kesehatan, dan bila diperlukan, meminta masukan organisasi profesi terkait, misalnya IDAI untuk vaksin yang akan diberikan kepada anak, atau organisasi profesi lainnya sesuai indikasi (misalnya PAPDI, POGI).
Keputusan akhir tentang dapat atau tidaknya satu vaksin beredar berada pada pemerintah (Badan POM) dan bukan pada organisasi profesi termasuk IDAI. Keberadaan dan peredaran vaksin di Indonesia berdasarkan ijin Badan POM. Oleh karena itu, tidak mungkin vaksin dapat beredar tanpa ijin BPOM.
Vaksin setelah berada di pasaran masih dipantau kelompok independent (Komnas dan Komda KIPI, diketuai dokter spesialis anak di setiap propinsi) yang bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan.
Ikatan Dokter Anak Indonesia memasukkan suatu vaksin ke dalam Rekomendasi Jadwal Imunisasi IDAI apabila vaksin tersebut sudah mendapat ijin edar pemerintah dan dilakukan kajian ilmiah oleh Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi IDAI.
Dr. Badriul Hegar, Sp.A(K) (Ketua Umum IDAI)
Dr. Sudung O. Pardede, Sp.A(K) (Sekretaris Umum IDAI)
KENALI 7 IMUNISASI TAMBAHAN PADA ANAK
Kenali 7 Imunisasi Tambahan
Imunisasi yang dianjurkan ini diteliti bisa mencegah berbagai penyakit, antara lain: radang paru-paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), campak Jerman, Hepatitis A, dan kanker mulut rahim.
Vaksin tersebut belum masuk dalam daftar imunisasi PPI dan tidak disubsidi pemerintah –sehingga disebut tidak wajib atau ‘hanya’ dianjurkan saja. Jadi perbedaannya bukan masalah perlu atau tidak perlu, lho, Ma.
Jadi? Imunisasi wajib adalah vaksin minimal yang harus didapat anak dengan fasilitas disediakan pemerintah. Sedang tambahannya, bila mampu, baik sekali jika juga diberikan pada anak. Apa saja imunisasi yang dianjurkan?
- Hib
Manfaat: Melindungi tubuh dari virus Haemophilus influenza type B, yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan epiglotitis (infeksi pada katup pita suara dan tabung suara).
Waktu pemberian: Umur 2, 4, 6, dan 15 bulan.
Catatan khusus: Bisa diberikan secara terpisah atau kombinasi.
- Pneumokokus (PCV)
Manfaat: Melindungi tubuh dari bakteri pnemukokus yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan infeksi telinga.
Waktu pemberian: Umur 2, 4, 6 bulan, serta antara 12 - 15 bulan.
Catatan khusus: Kalau mama belum memberikannya hingga usia anak di atas 1 tahun, PCV hanya diberikan dua kali dengan interval 2 bulan. Jika usia anak sudah 2 - 5 tahun, PCV hanya diberikan 1 kali.
- Influenza
Manfaat: Melindungi tubuh dari beberapa jenis virus influenza.
Waktu pemberian: Setahun sekali sejak usia 6 bulan. Bisa terus diberikan hingga dewasa.
Catatan khusus: Untuk usia di atas 2 tahun, vaksin bisa diberikan dalam bentuk semprotan pada saluran pernapasan.
- MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Manfaat: Melindungi tubuh dari virus campak, gondok, dan rubella (campak Jerman).
Waktu pemberian: Usia 15 bulan, dan diulang saat anak berusia 6 tahun.
Catatan khusus: Bisa diberikan pada umur 12 bulan, jika belum mendapat campak di usia 9 bulan.
- Tifoid
Manfaat: Melindungi tubuh dari bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan demam tifoid (tifus).
Waktu pemberian: Pada umur di atas 2 tahun, dan diulang setiap 3 tahun.
Catatan khusus: Terdapat dua jenis, yaitu oral dan suntik. Tifoid oral diberikan padaanak di atas 6 tahun.
- Hepatitis A
Manfaat: Melindungi tubuh dari virus Hepatitis A, yang menyebabkan penyakit hati.
Waktu pemberian: Pada umur di atas 2 tahun, dua kali dengan interval 6 - 12 bulan.
- Varisela
Manfaat: Melindungi tubuh dari cacar air
Waktu pemberian: Pada umur di atas 5 tahun.
- HPV (Humanpapilloma Virus)
Manfaat: Melindungi tubuh dari Humanpapilloma Virus yang menyebabkan kanker mulut rahim.
Waktu pemberian: Pada anak umur di atas 10 tahun, diberikan 3 kali dengan jadwal 0, 1-2 bulan kemudian, serta 6 bulan kemudian.
Langganan:
Komentar (Atom)



